Serangan yang semakin intensif terhadap kapal-kapal komersial memangkas tajam aliran minyak mentah dari kawasan Teluk. Berdasarkan rata-rata tujuh hari pada pekan lalu, aliran minyak turun menjadi sekitar 8,5 juta barel per hari, dari lebih dari 20 juta barel per hari pada pekan sebelumnya.

Angka tersebut berdasarkan catatan perusahaan analitik Kpler pada Jumat. Perusahaan itu menambahkan bahwa sedikitnya 10 insiden yang melibatkan kapal komersial telah dikonfirmasi terjadi sepanjang pekan lalu.

Perkembangan terbaru juga berpotensi meningkatkan eskalasi perang di Timur Tengah.

Mesir menyatakan siap memberikan dukungan yang dibutuhkan Arab Saudi untuk mempertahankan keamanan dan stabilitasnya dari kelompok Houthi Yaman.