Pekan lalu, serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz meningkat ke level tertinggi sejak perang dimulai. Namun begitu, negara-negara produsen di kawasan Teluk disebut mulai meningkatkan ekspor.
"Frekuensi serangan Iran terhadap kapal kini berada pada titik tertinggi sejak perang dimulai, dan kemungkinan akan semakin meningkat," kata kepala energi MST Marquee, Saul Kavonic, dikutip dari Reuters, Jumat (9/10/2026).
Di sisi lain, Badai Isaias dikabarkan bergerak menuju area produksi lepas pantai AS yang mendorong sejumlah perusahaan untuk menutup anjungan. Produsen minyak dan gas (migas) di Teluk Meksiko AS juga dikabarkan telah menghentikan produksi sekitar 1,3 juta barel per hari atau sekitar 62,9% dari produksi minyak.
Kemudian pada Rabu (7/10) perusahaan seperti Shell dan Chevron mengaku telah mengurangi operasi lepas pantai di Teluk. Aementara BP menyatakan telah memberhentikan seluruh personel dan menghentikan produksi di platform Na Kika dan Thunder Horse.