"Ini akan menjadi gangguan singkat dan sementara," kata Wright kepada CNBC.

Di luar gangguan ekspor minyak Saudi, peningkatan harga komoditas energi yang satu ini turut didorong oleh penutupan operasi perusahaan minyak nasional Libya di dua ladang minyak dan sebuah stasiun pompa di tengah aksi protes.

Di sisi lain, milisi Houthi yang didukung Iran di Yaman melancarkan terus serangan baru terhadap Arab Saudi pekan ini. Menurut juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman, milisi tersebut meluncurkan drone dan rudal balistik ke arah kota Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Kemudian situasi keamanan di Selat Hormuz juga masih tidak stabil. Setidaknya dua kapal tanker telah diserang sejak hari Sabtu (12/9), berdasarkan laporan insiden dari Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).