Meski begitu, risiko kenaikan harga tetap berada di depan mata. Salah satunya disebabkan oleh stok minyak mentah dan persediaan distilat di AS turun di tengah stok bensin naik pekan lalu.
Badan Informasi Energi AS (Energy Information Administration/EIA) mencatat pasokan minyak mentah turun 3,2 juta barel menjadi 424,1 juta barel pada pekan lalu.
Sementara itu badai ada perkiraan badai terbentuk di Teluk Meksiko dan akan menjadi badai Atlantik pertama tahun 2026 dan kemungkinan akan menghantam fasilitas minyak dan gas. Tentu ini bisa membuat pasokan dan produksi minyak jadi terhambat.
Menurut EIA, fasilitas produksi di sepanjang Teluk Meksiko dapat menghasilkan 2,05 juta barel minyak mentah per hari pada bulan September, yang menyumbang sekitar 15% dari total produksi negara tersebut. Sekitar 11,2 juta barel produksi minyak dapat hilang di seluruh Teluk selama badai berlangsung.