Masalah belum berhenti di sana, pasukan Houthi yang didukung oleh Iran di Yaman terus melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi hingga Senin (14/9) kemarin.
Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan udara militer Khamis Mushait di selatan Arab Saudi, menghantam hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi sebagai balasan atas serangan Saudi di Yaman.
Di sisi lain, negara-negara Teluk Arab menunda diskusi yang direncanakan dengan Iran. Kondisi-kondisi seperti inilah yang kemudian memicu kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah dapat meluas dan mengganggu pasokan minyak global.
"Para pedagang minyak memperlakukan setiap serangan baru atau kerusakan infrastruktur sebagai tambahan risiko pasokan, sementara tetap sangat peka terhadap tanda-tanda bahwa aliran pipa Timur-Barat atau aliran Hormuz dapat kembali normal," kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.