Dalam hal ini, Arab Saudi diperkirakan bisa kehabisan cadangan minyak yang tersedia untuk ekspor dalam beberapa hari ke depan yang berpotensi mengurangi hingga 4% pasokan minyak global dari pasar. Kecuali jika negara itu memulihkan operasi pada jalur East-West Pipeline.
Padahal, lalu lintas kapal komoditas melalui Selat Hormuz terus turun menjadi kurang dari 10 transit per hari selama akhir pekan kemarin, dari rata-rata 14 transit selama 10 hari terakhir. Membuat pengiriman melalui rute yang biasanya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak global sebelum perang tersebut dinilai semakin sulit.
"Pertanyaan besar bagi para pedagang saat ini adalah berapa lama gangguan jalur pipa Timur-Barat akan berlangsung. Gangguan yang berkepanjangan dan hilangnya pasokan yang terkait dapat dengan mudah mendorong harga ke level yang lebih tinggi," tambah Waterer.