Pembayaran subsidi dan kompensasi sejak 2026 dilakukan setiap bulanan dan sebagian besar untuk Pertamina dan PLN. Suahasil menyebut subsidi dan kompensasi yang dibayarkan per September 2026 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan pembayaran subsidi dan kompensasi ini juga diiringi dengan meningkatnya konsumsi barang- barang subsidi, yaitu konsumsi BBM meningkat dengan realisasi volume 13.408,6 ribu kiloliter (KL) atau naik 9,1% secara tahunan, dan LPG juga naik dengan realisasi 5.761 juta kg atau naik 2,2%.

"Tahun lalu baru dibayarkan Rp 244,6 triliun, tahun ini sudah kita bayarkan Rp 376,8 triliun," ujar Suahasil.

Suahasil juga menyebut sejumlah harga komoditas mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir. Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) tercatat sebesar US$ 1.090,7 per ton, sedangkan nikel berada di level US$ 15.634 per ton.

Tren serupa terjadi pada batu bara yang harganya turun menjadi US$ 149,3 per ton. Sementara itu, harga emas melemah ke level US$ 4.182 per troy ounce dan tembaga berada di US$ 14.244 per ton.