Menurut Suahasil, volatilitas harga komoditas dipicu ketidakpastian global. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi harga komoditas, tetapi juga prospek pertumbuhan ekonomi dunia.
"Ini tentu akan memiliki implikasi pada pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi negara maju maupun negara berkembang. Bukan hanya kepada pertumbuhan ekonomi efeknya tapi juga kepada harga-harga komoditas," terang Suahasil.
Suahasil menambahkan, sejumlah lembaga internasional telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Bahkan proyeksi tersebut lebih rendah dari proyeksi 2025.
"Lembaga-lembaga internasional menurunkan proyeksi pertumbuhan global lebih rendah. Pertumbuhan global 2026 ini diproyeksikan lebih rendah dari pada pertumbuhan tahun 2025," pungkasnya.