Di sisi lain, gangguan pasokan juga terjadi di Libya. Katup pipa minyak yang menghubungkan ladang minyak Hamada dan Tahara dengan pelabuhan Zawiya dilaporkan ditutup. Kepala National Oil Corporation Libya mengatakan kepada Reuters pada Kamis bahwa penutupan tersebut menyebabkan penurunan produksi dari kedua ladang minyak itu.

Perkembangan geopolitik lainnya juga datang dari Rusia. Moskow pada Rabu (21/10) menyatakan siap melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina yang dimediasi Amerika Serikat pada bulan depan, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di St Petersburg.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap negosiasi tersebut dapat berlangsung pada awal November. Jika terlaksana, pembicaraan itu akan menjadi yang pertama sejak Februari.

Rusia juga merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di dunia pada 2025, setelah Amerika Serikat dan Arab Saudi, berdasarkan data energi AS. Sanksi yang diberlakukan untuk membatasi pasokan energi Rusia ke pasar global setelah invasi ke Ukraina pada 2022 turut mendorong kenaikan harga minyak.