Pemerintah kini memantau perkembangan pasar menjelang realisasi harga September, dengan fokus pada ketahanan energi nasional dan akuntabilitas pengelolaan ICP.
Memasuki September 2026, ICP diproyeksikan tetap berada pada level tinggi, yakni di kisaran US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan kendala pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan cadangan minyak di Amerika Serikat.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional agar akuntabel bagi keuangan negara serta industri hulu migas.
Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 tercatat sebagai berikut: