Kondisi ini dianggap sebagai kesiapan AS untuk meningkatkan invasinya terhadap Iran. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya juga mengaku akan kembali membombardir Iran setelah pemilihan paruh waktu berakhir di bulan November.

"Saya pikir presiden akan meningkatkan eskalasi setelah pemilihan paruh waktu; kita terus mendengar bahwa Iran akan meningkatkan eskalasi menjelang pemilihan paruh waktu," kata CEO Rapidan Energy dan mantan perwira CIA, Scott Modell, dikutip dari CNBC, Jumat (2/10/2026).

Laporan CNBC mencatat, harga minyak tetap naik meski aliran minyak mentah dari Timur Tengah sudah kembali ke level sebelum perang. Namun pemulihan pasokan ini dinilai masih rapuh.

Setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan diserang pekan ini saat melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, pasokan bahan bakar dari Timur Tengah masih terbatas.