Kekhawatiran kian meningkat di Washington, di mana dua Komite DPR AS tengah menyelidiki dampak dari lonjakan adopsi model-model AI ini.
AS berupaya mempertahankan dominasi AI dengan membatasi perusahaan AI China membeli chip paling mutakhir. Namun Washington khawatir perusahaan-perusahaan tersebut mengakses chip Nvidia dari jarak jauh melalui data center luar negeri, serta mengejar ketertinggalan menggunakan metode distilasi, yaitu model baru meniru model yang lebih lama dan mapan.
AI China dinilai menghadirkan risiko ekonomi dan keamanan nyata bagi AS. "Kekhawatiran utama adalah integrasi model AI China akan menarik negara-negara lain ke lingkup pengaruh teknologi China yang kemudian mengeras jadi keberpihakan geopolitik," jelas Daniel Remler, peneliti di Center for a New American Security (CNAS).
Peter Walker dari OpenRouter, mengatakan model open source China yang dirilis tahun ini secara meyakinkan mampu menjalankan kasus penggunaan tingkat lanjut berbasis agen, terutama terkait koding. Model-model tersebut juga sangat hemat biaya dari sebagian besar model Amerika.
Awal minggu ini, OpenAI dan Anthropic sama-sama mengumumkan deretan model baru yang lebih murah. "Faktor harga menjadi kunci dalam lonjakan adopsi model China," kata Harpreet Arora dari Vercel.