NADIKABAR.COM — Pemerintah Norwegia mengumumkan niatnya untuk menyelesaikan rencana eksploitasi 'harta karun' cadangan logam tanah jarang Fensfeltet paling lambat pada tahun 2028.
Menteri Perdagangan dan Industri Cecilie Myrseth mengatakan target pemerintah tetap pada upaya mempercepat jadwal tersebut jika memungkinkan. Pemerintah pusat mengambil alih perencanaannya pada awal tahun ini, sebuah proses yang sebelumnya ditangani di tingkat pemerintah kota.
Terletak sekitar 150 kilometer di sebelah barat daya Oslo, cadangan Fensfeltet dilaporkan menyimpan 15,9 juta ton oksida tanah jarang. Kawasan ini secara khusus mengandung neodymium dan praseodymium, dua elemen yang digunakan dalam pembuatan magnet permanen berkinerja tinggi.
Komponen-komponen ini digunakan pada kendaraan listrik, teknologi energi terbarukan tertentu, serta peralatan pertahanan. Rare Earths Norway, perusahaan yang memegang hak ekstraksinya, menargetkan operasional industri dapat dimulai pada paruh pertama dekade 2030-an, setelah beberapa kali mengalami penundaan jadwal.
Saat ini dikutip NadiKabar dari Euro News, tidak ada satu pun tambang logam tanah jarang yang beroperasi di benua Eropa. Menurut Eurostat, Uni Eropa mengimpor 12.900 ton logam tanah jarang pada tahun 2024.
China memasok 6.000 ton dari volume tersebut atau setara 46,3% total massanya. Ketergantungan inilah yang memicu tingginya minat otoritas Eropa terhadap proyek di Norwegia tersebut.
Rare Earths Norway memperkenalkan konsep 'tambang tak kasatmata', di mana proses ekstraksi dan penghancuran bijih dilakukan di bawah tanah. Namun, lokasi yang diprioritaskan untuk area tambang permukaan terletak di kawasan hutan alam tua yang sangat kaya keanekaragaman hayati sehingga diperlukan kehati-hatian
Survei di lokasi tersebut mengidentifikasi 78 spesies hewan dan tumbuhan yang masuk dalam daftar merah satwa terancam Norwegia, dengan tingkat ancaman yang bervariasi.
Beberapa di antaranya meliputi kumbang saproksilik yang bergantung pada kayu mati, pohon elm gunung, sekitar empat puluh jenis jamur, dan berbagai jenis lumut.
Uni Eropa mengklasifikasikan logam tanah jarang sebagai bahan baku kritis dan strategis, mengingat perannya yang vital dalam elektrifikasi, teknologi digital, serta industri sensitif tertentu.
Komisi Eropa menyatakan pasokan logam tanah jarang yang digunakan untuk magnet permanen saat ini masih sangat terpusat pada rantai pemurnian China. "Dalam konteks inilah Fensfeltet dapat berkontribusi pada rantai pasok Eropa maupun Barat," ujar Cecilie Myrseth.