Nasional
HALAMAN 3 DARI 3
Hashim: Indonesia kembangkan biofuel untuk hadapi gejolak geopolitik
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa Indonesia mengembangkan bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel untuk menghad
Redaksi NadiKabar
✓
Redaksi NadiKabar
•
Dipublikasikan: Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 17:50 WIB
• ⏱ 2 menit baca
Menyusul kesuksesan B50, pemerintah mendorong penerapan bioetanol E20 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
Pemerintah berencana penerapan campuran etanol 20 persen atau E20 dalam bahan bakar minyak (BBM) dilakukan pada 2029 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Meskipun demikian, Kementerian ESDM menyatakan bahwa realisasi mandatori E20 sangat bergantung pada kesiapan pasokan bahan bakunya.
Dalam skenario penggunaan E20 untuk sektor non-PSO, kebutuhan pasokan bioetanol diperkirakan membutuhkan sekitar 20 pabrik dengan kapasitas paling kecil 40.000 kiloliter per tahun.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.