NADIKABAR.COM — Adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo memperkenalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peraih Nobel Ekonomi 2024 sekaligus penulis buku Why Nations Fail, James A. Robinson.
Hashim menyebut MBG menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Awalnya, Hashim yang juga Board of Advisors Prasasti membandingkan kualitas pendidikan Indonesia dengan Korea Selatan.
Ia menyebut Korea Selatan konsisten berada di jajaran teratas dalam pemeringkatan Programme for International Student Assessment (PISA), sementara Indonesia pernah menempati posisi 62 dari 70 negara.
"Salah satu persoalannya, sekaligus yang menjadi landasan program kami, adalah program makan gratis yang mungkin sudah Anda dengar. Program makan gratis merupakan salah satu program unggulan yang dijanjikan Prabowo selama kampanye," kata Hashim dalam Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).
Hashim mengungkapkan gagasan MBG sebenarnya sudah muncul sejak 2006. Kala itu, Prabowo menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pendidikan dan gizi anak-anak Indonesia, terutama karena angka stunting yang disebut mencapai 30%.
"Sebenarnya, gagasan awal program ini sudah muncul pada 2006. Saat itu saya sedang tinggal di Eropa, dan dia (Prabowo) memanggil saya ke kantornya," ujarnya.
Menurut Hashim, kekurangan gizi berpotensi menghambat Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Ia khawatir anak-anak yang mengalami stunting akan menghadapi hambatan perkembangan hingga berdampak pada produktivitas ketika memasuki usia kerja.
Hashim juga mengungkapkan hasil kajian pemerintah sebelumnya yang menunjukkan sekitar 41% anak sekolah di Indonesia berangkat tanpa sarapan. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi konsentrasi dan kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran.
"Sebanyak 41% anak sekolah di Indonesia berangkat ke sekolah setiap hari tanpa sarapan. Tanpa sarapan. Jadi, bisa Anda bayangkan ketika anak-anak harus mengikuti pelajaran selama tiga, empat, atau lima jam dengan perut kosong," tuturnya.
Di hadapan Robinson, Hashim juga menyinggung kritik terhadap program MBG yang bermunculan di media sosial. Ia menegaskan program makan gratis bukan kebijakan baru karena sudah diterapkan di berbagai negara, termasuk Inggris.
"Jadi, program makan gratis bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan, Indonesia sebenarnya agak terlambat. Ada ratusan negara lain yang sudah lebih dahulu memulai dan terus menjalankan program makan gratis," tutup Hashim.