Meskipun aplikasi WhatsApp palsu tersebut tampak muncul sebagai iklan sponsor dalam pencarian beberapa pengguna, perlu dicatat bahwa hal ini tidak dialami semua pengguna.
Menurut pantauan NadiKabar, saat mencari 'WhatsApp' di Google Play Store lewat smartphone maupun website, hasil teratas yang muncul adalah aplikasi resminya dan aplikasi palsu itu sama sekali tidak muncul di hasil penelusuran.
Aplikasi WhatsApp palsu tersebut sepertinya memanfaatkan program Early Access di Google Play Store. Program ini dapat menonaktifkan ulasan publik dari aplikasi yang berpartisipasi, sehingga pengguna akan kesulitan membedakan antara aplikasi palsu dan asli, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (18/10/2026).