Pada sektor nikel, pengembangan hilirisasi diarahkan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Melalui Indonesia Battery Corporation (IBC), MIND ID Grup menjadi bagian dari upaya membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik yang menghubungkan sumber daya mineral Indonesia dengan industri baterai dan kendaraan listrik.
Selain nikel, penguatan rantai nilai juga dilakukan pada komoditas bauksit dan aluminium. Melalui pengembangan industri pengolahan, rantai produksi diarahkan dari bauksit menjadi alumina hingga aluminium yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur nasional.
Sementara pada sektor tembaga, pengembangan hilirisasi menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan mineral strategis untuk mendukung berbagai sektor industri, mulai dari kelistrikan, elektronik, hingga manufaktur.
"Ada tiga bidang yang menonjol. Pertama, elektrifikasi (electrification). Mulai dari tambang hingga sel baterai (battery cells) hingga mobil listrik. Indonesia kini memproduksi sel baterai di dua pabrik besar bersama Hyundai dan juga dengan CATL serta IBC, perusahaan BUMN kita, yang mulai beroperasi secara bertahap pada bulan Agustus," jelas Rosan.