Keuntungan itu juga dirasakan oleh Meliyani (29) selaku pemilik motor listrik. Ia merasa motor listrik lebih hemat apabila dibandingkan dengan motor konvensional, terutama setelah harga BBM nonsubsidi melonjak akibat perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Meliyani yang semula menggunakan motor konvensional dan motor listrik secara bergantian, kini lebih sering menggunakan motor listrik untuk menunjang aktivitas sehari-harinya.

โ€œUntuk sekarang ini sangat menguntungkan, sih, motor listrik. Karena BBM lagi mahal, kadang langka, jadi benar-benar kepakai motor listriknya. Dan juga, ya, lebih irit untuk ngecas ketimbang beli bensin,โ€ kata Meliyani.

Berbagai pernyataan tersebut, boleh jadi, tidak bisa mewakili keseluruhan warga Bali. Tapi, pernyataan dari beberapa orang yang diwawancarai itu bisa menjadi contoh bagaimana kendaraan listrik mendapatkan posisi yang unggul ketika terjadi kelangkaan BBM.

Ketika ekosistem kendaraan listrik yang andal bisa diwujudkan, apalagi alasan untuk tidak segera meninggalkan kendaraan konvensional? Karena itu, pemerintah punya tugas untuk menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang andal.