"Jangan sampai kita investasi di saat kondisi ekonomi yang lagi gonjang-ganjing. Memang ada potensi, cuma risikonya besar," jelas Lanjar.

Kedua, paham produk investasi. Mengerti karakteristik instrumen yang dipilih dan tidak mudah tergiur promo imbal hasil instan yang tidak masuk akal.

"Jangan sampai kita mentang-mentang ada produk investasi yang 1 tahun bisa 100%, yang sempat heboh kemarin sama polisi gitu ya. Mentang-mentang ada produk investasi promonya kita investasikan, jangan. Kita pahami dulu produk investasinya," papar Lanjar.

Ketiga, paham profil risiko diri. Mengenali batas toleransi risiko keuangan pribadi, apakah cenderung tipe konservatif atau agresif yang biasanya dipengaruhi oleh faktor usia dan ketersediaan dana.

"Kita juga harus paham dari risiko diri kita sendiri. Kita punya risiko seberapa besar nih terhadap keuangan? Kita mau toleransi risikonya seperti apa? Apakah kita konservatif atau kita agresif?," ujar Lanjar.