Di sisi kesejahteraan masyarakat, ia turut mengapresiasi penurunan tingkat kemiskinan nasional menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, dengan jumlah penduduk miskin sekitar 22,93 juta orang.
Menurut dia, capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui sinergi antara perlindungan sosial, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi desa, koperasi, dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Pembangunan ekonomi harus memberikan kesempatan kepada semakin banyak masyarakat untuk tumbuh dan mandiri. Karena itu, kami memandang penguatan ekonomi desa, UMKM, dan kewirausahaan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional," katanya.
Ade Jona menilai momentum positif dua tahun pemerintahan tersebut perlu dijaga melalui penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, perluasan akses pembiayaan produktif, serta peningkatan keterlibatan pengusaha nasional dalam proyek investasi.
Selain itu, penguatan kualitas tenaga kerja, efisiensi biaya logistik, dan dukungan terhadap industri padat karya dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi semakin banyak menciptakan kesempatan kerja.
Ia menyatakan bahwa HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor riil, meningkatkan daya saing industri, melahirkan pengusaha baru, dan memperluas kesempatan berusaha bagi generasi muda.
"Kami mengapresiasi berbagai capaian yang sudah diraih pemerintah, dan tentu masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan bersama. HIPMI siap terus mendukung langkah pemerintah, menghadirkan investasi produktif, melahirkan pengusaha-pengusaha baru, serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ucap Ade Jona.