NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut baik dan mendukung agenda delegasi empat negara, yakni Arab Saudi, Turki, dan Pakistan, yang bertemu dan berdialog dengan Iran.
HNW berharap pertemuan tersebut dapat meredakan ketegangan di kawasan dan menciptakan perdamaian di Timur Tengah, serta di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia juga berharap negara-negara tersebut dapat kembali memperkuat kerja sama dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Israel.
"Dialog Koalisi Mekah dengan Iran tersebut juga dapat diharapkan menjadi langkah diplomatik konstruktif untuk meredakan ketegangan eskalatif antara kelompok Houthi di Yaman dengan pemerintah Arab Saudi, sehingga dapat memulihkan kedaulatan negara-negara anggota OKI, dengan dihentikannya peperangan dan serangan yang menarget sasaran sipil termasuk jamaah umroh, serta dapat menjaga bersama kesucian Mekah dan Madinah dari ancaman serangan militer, sehingga umat Islam termasuk dari Indonesia bisa beribadah umroh dan haji dengan tenang," ujar HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
HNW menilai pertemuan tersebut menjadi salah satu tindak lanjut konkret dari pernyataan para Menteri Luar Negeri Koalisi Mekah di Turki pada Sabtu (24/10). Dalam pernyataan tersebut, mereka menyebut Israel sebagai sumber ketidakstabilan keamanan di kawasan Timur Tengah serta mendukung solusi dua negara untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
"Pernyataan bersama dan pertemuan koalisi Mekah dengan Iran itu tentu patut diapresiasi dan didukung, terutama untuk meredakan ketegangan, hadirkan perdamaian dan kedaulatan, serta menguatkan komitmen negara-negara OKI pada umumnya dan negara-negara Teluk pada khususnya, untuk kembali fokus membantu rakyat Palestina dari kejahatan genosida dan penjajahan Israel," paparnya.
"Agar negara-negara tersebut juga tidak terjebak pada skenario Israel yang ingin memecah belah dan mengadu domba negara-negara anggota OKI yang sama-sama memiliki sikap dasar menolak kejahatan dan penjajahan Israel serta mendukung kemerdekaan bangsa Palestina," lanjutnya.