HNW mengatakan upaya memperkuat kedaulatan negara-negara di Timur Tengah dan mengatasi ancaman ketidakstabilan keamanan akibat tindakan Israel akan lebih positif jika melibatkan OKI. Dengan demikian, OKI dapat memaksimalkan perannya untuk mewujudkan cita-cita dan piagam pendirian OKI.
Sebagai organisasi internasional terbesar kedua setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OKI dinilai memiliki potensi besar untuk berperan lebih aktif dalam menjaga stabilitas kawasan.
"Peran OKI yang utama adalah menjaga kedaulatan dan perdamaian negara-negara anggotanya, serta menghadirkan Palestina merdeka dengan ibukota di Yerusalem Timur, dan menyelamatkan Masjid Al Aqsha, begitulah tujuan awal dibentuknya OKI," jelasnya.
Selain menyoroti isu kemerdekaan Palestina dan kesepakatan Koalisi Mekah yang menyebut Israel sebagai sumber ketidakstabilan keamanan kawasan, HNW juga mengkritik serangan berulang kelompok Houthi terhadap sasaran sipil di Arab Saudi. Menurutnya, serangan tersebut berdampak negatif terhadap jemaah umrah serta mengancam keamanan kawasan, khususnya di dua kota suci, Makkah dan Madinah.
HNW mengingatkan pentingnya menjaga dan menghormati Makkah dan Madinah sebagai tempat ibadah haji dan umrah bagi seluruh umat Islam, tanpa membedakan mazhab maupun kelompok. Ia juga mendorong kedua kota suci tersebut dimanfaatkan sebagai sarana soft diplomacy untuk menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian.
"Semua negara dan kelompok yang bertikai pasti tidak ingin merugikan dan merusak ibadah haji dan Umroh, serta selalu ingin menghormati dan menjaga kesucian dan keamanan Mekah dan Madinah. Dan pertemuan dengan Iran yang secara politik memiliki kedekatan dengan Kelompok Houthi ini diharapkan bisa hadirkan solusi yang diharapkan," ujarnya.