Karena itu, HNW berharap OKI bersama Sekretaris Jenderal yang baru dapat menjadikan hal tersebut sebagai program prioritas sebagai sarana atau wasilah soft diplomacy.

"Agar semua negara anggota OKI bersama-sama dapat mengakhiri serangan dan peperangan ini, agar ibadah haji dan umroh beserta dua kota suci Mekah dan Madinah itu dapat selalu terjaga dan aman, dan jemaah tidak terhalang melaksanakan ibadah akibat berlanjutnya perang dan adanya serangan terhadap kota Mekah maupun Madinah," imbuhnya.

HNW berharap agar negara-negara anggota OKI dan umat Islam dapat bersinergi untuk mengatasi sumber ketidakstabilan kawasan serta menghentikan kejahatan kemanusiaan dan genosida yang disebutnya dilakukan Israel dan para pemukim ilegalnya. Menurutnya, tindakan tersebut kini tidak hanya menyasar rakyat di Jalur Gaza, tetapi juga seluruh wilayah Palestina, serta mengancam keberadaan Masjid Al Aqsa.

"Jadi pertemuan Koalisi Mekah bersama Iran ini bisa menjadi pelopor agar OKI bisa fokuskan negara-negara anggotanya untuk kembali wujudkan tujuan didirikannya OKI yakni persatukan dan kerja sama antara negara anggota OKI, selamatkan Masjid Al Aqsha dan menghadirkan kemerdekaan bagi Palestina. Hal-hal yang tentunya juga sesuai dengan komitmen dari Koalisi Mekah dan mitra dialognya hari ini yakni Iran," pungkasnya.

Sebagai tambahan, pertemuan yang akan diselenggarakan di Teheran, Iran itu akan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian beserta Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.