Honda sebagai salah satu produsen terbesar di dunia tengah berupaya memperbaiki kondisi bisnis roda empat yang tengah terpuruk. Perusahaan memperkirakan mengalami kerugian lebih dari USD 12 miliar terkait kendaraan listrik, salah satu yang terbesar di tim redaksi produsen mobil global. Kini perusahaan mengalihkan fokusnya ke mobil hybrid.
Pada Mei lalu, Honda melaporkan kerugian tahunan pertamanya sepanjang sejarah sebagai perusahaan yang terdaftar di bursa saham. Kini Honda menargetkan bisa menghemat USD 9,4 miliar hingga tahun 2030, demikian terungkap dalam dokumen yang tersebar.
Seorang juru bicara Honda enggan berkomentar menyoal target pengurangan biaya termasuk soal pemasok. Kabarnya, Honda tengah bekerja sama dengan para pemasok di seluruh dunia untuk bisa meningkatkan daya saing dan mengurangi biaya, termasuk melalui penggunaan suku cadang standar.