NADIKABAR.COM — Perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mempersiapkan sumber alternatif bahan baku untuk menghadapi gangguan rantai pasok imbas penutupan Selat Hormuz. Hal ini dilakukan untuk menjaga operasional perusahaan.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menjelaskan sekitar 80% kebutuhan nafta perusahaan berasal dari kawasan Timur Tengah. Pasokan ini biasanya dikirim melalui Selat Hormuz, yang kini sulit untuk dilintasi karena konflik Amerika Serikat (AS) lawan Iran.

"Dengan adanya disrupsi terhadap pasokan dari Selat Hormuz itu membuat kami lebih cepat agar supaya rantai pasok ataupun alternatif Nafta tersebut dapat kita cari pasokannya, bukan hanya tergantung kepada dari Middle East," kata Suryandi dalam diskusi Chandra Asri dengan awak media, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2026).

Sebagai respons terhadap tekanan pasar dan ketidakpastian rantai pasok tersebut, perseroan menempatkan keandalan operasional (operational excellence) serta diversifikasi bahan baku sebagai prioritas utama.