NADIKABAR.COM — Kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman, memperingatkan Pakistan dan Turki untuk tidak terlibat dalam operasi militer yang dipimpin Arab Saudi dalam melawan kelompok yang didukung Iran tersebut.

Peringatan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (9/10/2026), disampaikan oleh Hizam Al-Asad, yang merupakan anggota biro politik kelompok Houthi, saat berbicara kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.

"Kami berharap pemerintah Pakistan dan Turki menahan diri untuk tidak berpartisipasi dalam agresi oleh musuh Saudi dan pengepungan terhadap negara kami, yang telah berlangsung selama lebih dari 11 tahun dan mengakibatkan puluhan ribu kematian," ucap Al-Asad menegaskan.

Houthi menyampaikan peringatan ini setelah pada Senin (5/10), berdasarkan Pakta Pertahanan Mekkah, Turki dan Pakistan memutuskan untuk melangkah menuju implementasi praktis dari komitmen pertahanan bersama mereka, dan memastikan pengerahan cepat pasukan serta aset-aset militer ke Saudi.

Pakta Pertahanan Mekkah, yang secara resmi disebut Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah, merupakan perjanjian keamanan kolektif trilateral yang ditandatangani oleh Saudi, Pakistan, dan Turki pada 7 Agustus 2026.

Pertempuran di Yaman yang kembali berkobar sejak Juli lalu, semakin memanas setelah pasukan pemerintah meluncurkan operasi militer "Fajar Yaman" yang bertujuan merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Koalisi pimpinan Saudi memberikan bantuan untuk pasukan pemerintah Yaman melalui serangan-serangan udara terhadap target-target Houthi di negara tersebut.

Operasi militer terbaru di Yaman itu menandai titik balik berbahaya yang mengancam upaya deeskalasi yang rapuh, dan dapat menyeret kawasan tersebut ke dalam situasi dengan dampak yang tak terduga.

Seiring langkah Pakta Pertahanan Mekkah menuju implementasi praktis untuk memperkuat pertahanan Saudi dengan dukungan Pakistan dan Turki, pihak Houthi segera merespons dengan meningkatkan serangan rudal dan drone yang menargetkan jauh ke dalam wilayah Saudi, juga menyasar infrastruktur vital kerajaan tersebut.