NADIKABAR.COM — Huawei Watch GT 7 Pro tidak hanya mengandalkan fitur kesehatan. Smartwatch ini juga dibekali sederet kemampuan Advanced Outdoor Sports untuk pengguna yang gemar golf, freediving, bersepeda, hingga trail running.
Edy Supartono, Senior Retail Manager Huawei Device Indonesia, mengatakan ada empat kategori olahraga outdoor yang menjadi highlight di Huawei Watch GT 7 Pro, yakni golf, freediving, cycling, dan trail running.
"Untuk Advanced Outdoor Sports, ada empat yang menjadi highlight, khususnya di seri Pro, yaitu golf, freediving, cycling, dan trail running," ujar Edy saat media roundtable, Rabu (30/9/2026).
Untuk golf, Huawei membekali jam pintar ini dengan sejumlah fitur seperti Play Like Distance, Shot Distance, Custom Green Flagstick, dan Auto-Rotating Green View.
Play Like Distance membantu pengguna memperkirakan jarak menuju hole dengan mempertimbangkan kondisi medan. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk menentukan seberapa kuat pukulan dan club yang akan digunakan.
Pengguna juga dapat melihat kondisi course melalui peta di smartwatch, termasuk posisi slope atau sand bunker.
"Jadi kita bisa melihat kondisi sebenarnya dari map yang ada di watch. Misalnya di depan ada slope atau sand bunker, kita bisa tahu kira-kira seberapa kuat pukulan dan club apa yang bisa kita gunakan," jelas Edy.
Sementara Shot Distance mencatat jarak pukulan dari satu swing ke swing berikutnya. Dengan begitu, pemain bisa mengetahui seberapa jauh bola sudah dipukul dan berapa jarak yang masih tersisa menuju green.
Misalnya pukulan pertama mencapai 250 meter, pengguna dapat melihat jarak tersisa untuk menentukan club yang digunakan pada pukulan selanjutnya.
Saat sudah mendekati green, fitur Custom Green Flagstick membantu memberikan gambaran posisi flagstick. Ada pula Auto-Rotating Green View yang otomatis menyesuaikan orientasi tampilan green berdasarkan posisi pengguna.
Menurut Edy, fitur tersebut dibuat agar pemain tidak perlu terus menerka posisi ketika berpindah tempat setelah melakukan pukulan.
"Auto-Rotating Green View ini akan menyesuaikan dengan posisi kita. Jadi kita bisa melihat situasinya lebih natural, seperti saat menggunakan navigasi map yang arahnya mengikuti posisi kita," katanya.
Huawei Watch GT 7 Pro juga mendukung freediving hingga kedalaman 40 meter di laut. Kemampuan seperti ini sebelumnya tersedia pada lini Huawei Watch kelas atas. Kini fitur tersebut turut dibawa ke Watch GT 7 Pro.
"Untuk freediving, Huawei Watch GT 7 Pro bisa digunakan sampai kedalaman 40 meter di laut," ungkap Edy
Untuk olahraga cycling, Huawei mencoba mengurangi ketergantungan pengguna terhadap smartphone atau perangkat navigasi tambahan.
Menurut Edy, bersepeda kini tidak lagi terbatas di area perkotaan atau taman. Banyak pengguna mulai menjelajahi jalur pegunungan dan rute dengan perubahan elevasi cukup besar.
Sebelum mulai bersepeda, pengguna dapat memasukkan route ke smartwatch. Peta kemudian ditampilkan langsung di layar jam, lengkap dengan informasi belokan, waypoint, hingga profil elevasi.
"Map perjalanan bisa ditampilkan langsung di watch. Jadi kita tidak perlu menaruh smartphone di depan sepeda hanya untuk melihat map," kata Edy.
Fitur tersebut ditujukan terutama bagi pengguna yang bersepeda di jalur outdoor atau pegunungan.
Misalnya sebelum menghadapi tanjakan besar, pesepeda dapat melihat profil elevasi dan jarak menuju titik tersebut. Informasi ini dapat digunakan untuk mengatur tenaga serta momentum, terutama ketika berpindah dari downhill menuju uphill.
Setelah aktivitas selesai, Watch GT 7 Pro juga mencatat berbagai data workout seperti heart rate, speed, average speed, top speed, intensitas latihan, dan data performa lainnya.
"Setelah selesai cycling, kita bisa langsung melihat analisis performanya. Jadi tidak perlu lagi mencatat sendiri berapa top speed atau data lainnya," jelasnya.
Salah satu fitur yang cukup menarik untuk pesepeda adalah Sharp Turn Alert.
Fitur ini memanfaatkan rute yang sebelumnya sudah dimasukkan ke smartwatch. Ketika pengguna sedang bersepeda dan mendekati tikungan tajam, jam dapat memberikan peringatan melalui navigasi.
Menurut Edy, fitur tersebut sangat berguna saat pengguna melakukan cycling di jalur pegunungan, terutama ketika sedang melaju downhill.
"Kadang saat downhill ada sharp turn yang dari jauh tidak terlihat. Nah, sebelum sampai di tikungan itu, watch sudah memberikan informasi bahwa di depan ada belokan tajam, sehingga kita bisa mempersiapkan diri," katanya.
Dengan pemberitahuan lebih awal tersebut, pengguna dapat mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan.
Huawei turut memberikan perhatian besar pada trail running. Pengguna dapat memasukkan rute ke smartwatch, kemudian mengikuti navigasi langsung dari layar jam selama berlari.
Selain peta dan route, pengguna dapat memantau berbagai informasi olahraga sepanjang perjalanan.
"Rutenya kita masukkan ke watch, setelah itu tinggal mengikuti navigasi yang tersedia selama trail running," ujar Edy.
Huawei Watch GT 7 Series sendiri diklaim mendukung lebih dari 100 workout mode, mulai dari running, cycling, skiing, yoga, pilates, frisbee, hingga skateboarding.
Untuk olahraga raket seperti padel, pickleball, badminton, dan tenis, Huawei juga menyebut adanya dukungan aplikasi pihak ketiga yang dapat memberikan analisis lebih spesifik terkait swing, kecepatan, dan akurasi gerakan.
Huawei juga memanfaatkan AI untuk meningkatkan analisis olahraga.
Salah satunya digunakan untuk positioning ketika sinyal satelit tidak dapat membaca posisi pengguna secara optimal, misalnya saat melewati terowongan, hutan lebat, atau area tertutup.
Sebagai contoh, ketika pengguna masuk ke terowongan, GPS mungkin hanya membaca posisi sebelum masuk dan setelah keluar. Sistem konvensional berpotensi menggambar jalurnya sebagai garis lurus meski jalan sebenarnya berbelok.
Algoritma pada Huawei Watch GT 7 Series mencoba mengisi celah tersebut dengan menganalisis pergerakan pengguna.
"Jadi tidak hanya mengandalkan positioning dari satelit. Algoritmanya juga menganalisis pergerakan kita, apakah kita bergerak lurus atau berbelok," jelas Edy.
AI turut digunakan setelah olahraga selesai melalui AI Workout Analysis.
Data olahraga dapat dikombinasikan dengan informasi kondisi tubuh seperti Physical Readiness. Misalnya jika skor kesiapan fisik pengguna rendah tetapi aktivitas yang dilakukan terlalu berat, sistem dapat memberikan rekomendasi untuk mengurangi intensitas latihan dan menambah waktu recovery.
"Kalau Physical Readiness kita sedang rendah tetapi workout-nya terlalu intens, sistem bisa memberikan rekomendasi untuk mengurangi intensitas dan memberikan recovery yang lebih banyak," katanya.
Seluruh fitur outdoor tersebut tentu bergantung pada baterai, terutama ketika GPS, peta, sensor detak jantung, dan berbagai algoritma berjalan secara bersamaan.
Huawei mengklaim Watch GT 7 Pro dapat bertahan hingga 21 hari dalam skenario light usage.
Untuk aktivitas outdoor intensif, daya tahannya diklaim mencapai sekitar 44 jam untuk cycling dan hingga 51 jam untuk trail running pada varian tertentu.
"Trail running itu bisa sampai 100 km dan membutuhkan waktu puluhan jam. Jadi baterai sangat penting karena bukan hanya tracking yang berjalan, tetapi GPS, map, heart rate, dan algoritma lainnya juga aktif," kata Edy.
Huawei bahkan menyebut dalam kondisi baterai penuh, smartwatch tersebut dapat mendukung aktivitas cycling hingga sekitar 600 km, tergantung kondisi dan skenario pemakaian.
Dengan kombinasi navigasi, fitur keselamatan, analisis olahraga, dan daya tahan baterai panjang, Huawei Watch GT 7 Pro mencoba menjadi pendamping bagi pengguna yang gemar menjelajah aktivitas outdoor tanpa terlalu bergantung pada perangkat tambahan.