NADIKABAR.COM — Badai hujan lebat pernah menghantam Kota Guatemala, Guatemala, pada 2010. Akibat badai ini, puluhan orang tewas hingga satu bangunan lantai 3 ditelan lubang raksasa.
Dikutip dari The Guardian dan laporan resmi Guatemala, pada akhir Mei 2010, sebuah lubang raksasa (sinkhole) berdiameter sekitar 30 meter dan berkedalaman hingga 60 meter tercipta di distrik utara Kota Guatemala. Lubang raksasa ini menelan sebuah bangunan tiga lantai.
Fenomena ini dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem akibat badai tropis Agatha dan kerusakan jaringan drainase di bawah permukaan tanah.
Sedangkan awal mula bencana dimulai dari pengikisan tanah di bawah permukaan. Kejadian ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan proses bertahap yang terbentuk perlahan selama bertahun-tahun.
Kebocoran dari saluran buangan rumah tangga, drainase liar, serta filtrasi air sungai memicu retakan dan pengikisan pada dinding terowongan di sekitar pipa kolektor utama. Pengikisan yang terjadi secara konstan menyebabkan balok-balok tanah meluruh dan terlepas ke dalam saluran drainase.
Kemudian, bencana dimulai saat badai tropis Agatha terjadi pada Mei 2010. Badai tropis Agatha membawa hujan deras hingga mencurahkan lebih dari 1 meter air di wilayah Guatemala. Aliran air ekstrem ini mempercepat erosi bawah tanah hingga rongga membesar dan mengikis penopang ke arah permukaan tanah.
Lapisan tanah di permukaan akhirnya kolaps sepenuhnya dan menelan bangunan tiga lantai di atasnya. Pada 11 Agustus 2010, tim peneliti geofisika dari Universitas Nasional Otonom Meksiko (UNAM) menyerahkan laporan evaluasi teknis resmi kepada badan penanggulangan bencana Guatemala (SE-CONRED).
Berdasarkan hasil analisis geofisika UNAM dan pengamatan di lapangan, amblesnya tanah disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan alam. Diketahui bahwa pembangunan terowongan untuk pipa kolektor tidak terisi dengan padat, sehingga meninggalkan rongga udara di sekitarnya.
Selain itu, air dari kawasan yang lebih tinggi merembes dan membentuk aliran air bawah tanah yang terus-menerus mengikis material di sekeliling pipa drainase. Saluran pembuangan rumah tangga yang bocor serta adanya saluran liar yang retak menjadi sumber utama erosi air di dalam tanah. Hujan lebat akibat Badai Tropis Agatha mempercepat proses erosi bawah tanah hingga memicu keruntuhan total.
Laporan mencatat 1 orang tewas ketika bangunan tiga lantai tersebut tertelan ke dalam lubang. Sementara itu, di tingkat regional, badai tropis Agatha menewaskan sedikitnya 113 orang di Amerika Tengah, dengan rincian 92 orang tewas di Guatemala, 9 di El Salvador, dan 12 di Honduras, serta sekitar 50 orang dilaporkan hilang di Guatemala.
Hampir 100 ribu warga Guatemala harus dievakuasi dari rumah mereka. Sebab, sinkhole ini sangat membahayakan mereka.