Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 dan MODIS, BNPB mencatat Merauke menyumbang 90% titik panas, 96% luas kebakaran, dan 97% area kebakaran yang belum padam di Papua Selatan berdasarkan data per 30 Oktober 2026.

Di sisi lain, hujan juga membawa risiko baru bagi wilayah yang sebelumnya terbakar. Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengingatkan bahwa lahan yang kehilangan tutupan vegetasi akibat kebakaran berpotensi lebih rentan terhadap limpasan air ketika hujan turun. Karena itu, pemerintah daerah diminta bersiap menghadapi kemungkinan banjir dan tanah longsor.

Adapun penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Papua Selatan dilakukan sejak 22 Oktober hingga direncanakan 5 November 2026. Hingga koordinasi pada 31 Oktober, operasi tersebut telah mencapai 13 sorti penerbangan dengan total bahan semai 13 ton.

Dengan demikian, datangnya hujan menjadi perkembangan yang diharapkan, tetapi bukan alasan untuk menghentikan pemantauan. Selama curah hujan belum merata dan kondisi vegetasi masih kering, patroli serta pencegahan sumber api baru tetap diperlukan.