Selain sektor perikanan, Ibas menilai sektor energi dan pariwisata Natuna juga memiliki potensi yang besar. Ibas mendorong agar peluang investasi minyak dan gas di Natuna terus dikawal dengan memperhatikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Di sisi lain, potensi wisata bahari juga dinilai perlu dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurut Ibas, pengembangan pariwisata harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pelatihan, studi banding, serta pengembangan ekonomi kreatif lokal.

"Natuna ini punya potensi bahari yang unggul. Bagaimana potensi pariwisata bahari ini bisa hidup sehingga ekonomi kreatif masyarakat juga berkembang," katanya.

Ibas menyoroti keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan. Ibas juga menyoroti keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan.

Ia memahami kebutuhan daerah untuk memperoleh dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) yang memadai. Namun, kebijakan fiskal nasional tetap perlu memperhatikan kesinambungan anggaran serta kebutuhan pembiayaan program prioritas nasional.

Menurut Ibas, hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan dana yang tersedia dapat memberikan dampak pembangunan yang berkualitas dan dirasakan masyarakat Natuna.

"Bukan berarti Natuna dianaktirikan. Kita berupaya agar dana bagi hasil itu benar-benar bisa dirasakan kembali kepada kabupaten untuk program-program yang lebih berkualitas," ujar Ibas.

Ibas menegaskan bahwa menjaga Natuna merupakan bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat yang selama ini turut menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.

Ibas menilai pembangunan dan keamanan harus berjalan beriringan. Wilayah perbatasan yang aman harus sekaligus menjadi wilayah yang memiliki masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan memiliki masa depan ekonomi yang kuat.

"Sebagai pimpinan MPR RI, kami memang tidak banyak melakukan aktivitas pembangunan secara langsung. Tetapi kami mendengar, mengawal, dan memastikan tidak ada bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia ini yang terpisah," katanya.

Ibas berkomitmen untuk terus membawa aspirasi masyarakat Natuna dalam ruang-ruang kebijakan nasional.

"Masih ada kesempatan untuk kita terus maju. Mari jaga asa rakyat kita, mari jaga kesehatan mereka. Kita yakin, step by step, Natuna akan terus kita kembangkan," pungkasnya.