Para hakim menambahkan "Taliban secara khusus menargetkan anak perempuan dan perempuan karena gender mereka." Lebih jauh mereka juga menyoroti tentang adanya penganiayaan terhadap kelompok yang memiliki ekspresi tertentu terkait seksualitas atau identitas gendernya.
Namun, ICC tidak memiliki kewenangan untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan tersebut secara langsung. Namun, langkah ini dipandang sebagai bentuk tekanan terhadap Taliban yang saat ini berkuasa di Afghanistan.
Sejak kembali berkuasa, Taliban telah memberlakukan berbagai kebijakan yang membatasi akses perempuan terhadap pekerjaan dan pendidikan, serta melarang mereka memasuki sebagian besar ruang publik.
Perempuan juga diwajibkan menutupi seluruh tubuh mereka kecuali mata saat berada di luar rumah, dan harus didampingi kerabat laki-laki ketika melakukan perjalanan jarak jauh.
Juru bicara pemerintah Afghanistan menyatakan bahwa negaranya tidak mengakui kewenangan dari ICC.