"Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan industri komponen dan manufaktur energi bersih di tingkat regional," kata Farid.
Farid mengatakan ASEAN perlu membangun strategi spesialisasi industri dengan menyesuaikan peran setiap negara berdasarkan keunggulan dan kapasitasnya.
Kerja sama tersebut dapat mencakup produksi mineral, komponen elektronik, peralatan listrik, teknologi baterai, hingga integrasi sistem energi bersih.
Untuk mendukung langkah tersebut, negara-negara ASEAN perlu memperkuat industri Tier 2, menyelaraskan standar teknis dan kualitas, serta mempermudah perdagangan komponen lintas negara.
Farid juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi sirkular untuk mengantisipasi peningkatan limbah dari panel surya, baterai, dan teknologi energi bersih lainnya.