NADIKABAR.COM — Jakarta (NadiKabar) — International Green Industrial Park (IGIP) memberikan kesempatan kepada 19 pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, untuk mengikuti program pelatihan di Tiongkok selama dua bulan.
Inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya IGIP memperkuat pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan industri melalui pengembangan keterampilan dan kapasitas generasi muda.
Salah satu agenda program berlangsung pada 12 Oktober 2026 melalui kunjungan edukatif ke Kawasan Industri Ekonomi Sirkular GEM Group di Jingmen, Tiongkok. Dalam kunjungan tersebut, para peserta mengenal penerapan ekonomi sirkular melalui fasilitas pengolahan dan daur ulang sumber daya.
Mereka mengunjungi Museum Urban Mining, Pusat Daur Ulang dan Pengolahan Sumber Daya Baterai Litium Bekas, serta Pusat Daur Ulang Sumber Daya Tungsten. Melalui penjelasan dari perwakilan GEM, para peserta memperoleh gambaran mengenai teknologi yang memungkinkan material sisa dipulihkan dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya bernilai bagi industri.
Wakil Asisten General Manager IGIP sekaligus Direktur Human Resources (HR) IGIP Nuratika Rosidin, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Kami ingin anak-anak muda dari Sambalagi dan Werea memiliki kesempatan untuk belajar, mengenal lingkungan baru, dan mendapatkan pengalaman yang mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Bahasa merupakan salah satu komunikasi paling penting, sebagai contoh Bahasa Mandarin adalah salah satu bahasa yang saat ini dipergunakaan untuk komunikasi. Harapannya, mereka dapat membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Nuratika.
Ia menambahkan, pengembangan masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Morowali, Ahmad, mengapresiasi inisiatif IGIP yang memberikan kesempatan kepada generasi muda di sekitar kawasan industri untuk meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran bahasa Mandarin di Tiongkok.
“Penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Mandarin, dapat menjadi nilai tambah bagi tenaga kerja lokal dalam menghadapi perkembangan industri dan kebutuhan komunikasi di lingkungan kerja internasional. Kami berharap program ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi dan daya saing generasi muda Morowali sehingga ke depan mereka memiliki peluang yang lebih luas untuk mengembangkan karier dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah,” ujarnya.