Menurut Rechica, pengalaman melihat langsung penerapan teknologi industri memberikan gambaran mengenai bagaimana pengetahuan dan keterampilan dapat mendukung pengelolaan sumber daya secara lebih optimal.
Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk belajar bahasa dan mengenal budaya baru, tetapi juga bagian dari persiapannya memasuki dunia kerja. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya dapat membuka peluang karier di masa depan.
“Saya ingin segera bekerja dan berharap suatu hari nanti bisa mendapat kesempatan bekerja di IGIP,” ujarnya.
Harapan tersebut mencerminkan aspirasi peserta untuk mengembangkan keterampilan dan memanfaatkan pengalaman yang diperoleh selama program sebagai bekal dalam perjalanan profesional mereka.
Selain meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin, program ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperluas pemahaman mengenai ekonomi sirkular dan industri material energi baru. Pembelajaran bahasa yang mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis juga diharapkan membantu mereka membangun kemampuan komunikasi serta pemahaman lintas budaya.
Bagi IGIP, pengembangan kapasitas generasi muda merupakan bagian dari upaya membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat di sekitar kawasan industri. Melalui pendidikan, pertukaran budaya, dan pengenalan teknologi industri, IGIP berupaya memperluas kesempatan belajar sekaligus mendukung pengembangan potensi masyarakat lokal.
Ke depan, IGIP berharap para pemuda dari Desa Sambalagi dan Werea dapat memanfaatkan pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh untuk mengembangkan diri, memperluas peluang masa depan, dan membagikan manfaat pembelajaran kepada masyarakat di daerah asal mereka.
Melalui inisiatif ini, IGIP menegaskan komitmennya untuk menghubungkan pembangunan kawasan industri dengan pemberdayaan masyarakat, sehingga generasi muda setempat memiliki kesempatan lebih luas untuk meningkatkan kapasitas dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.