"Itu low season lho, 2.000 orang. Kalau high season kan 3.500 sampai 4.000 orang per hari," ucapnya.
Meski demikian ia meminta perlunya koordinasi penanganan pariwisata yang lebih komprehensif seperti di Labuan Bajo. Namun dari sisi swasta, menurutnya lembaga yang ada saat ini sudah cukup asal fokus dan tidak tumpang tindih.
"Sekarang BPPD sudah ada, Badan Promosi Daerah di satu sisi, di Dinas Pariwisata kan ada bidang promosi juga. UPT sudah ada. Kalau terlalu banyak lembaga, nanti tumpang tindih," katanya.
Disinggung soal polemik air di kawasan tersebut, Kusnawan memastikan kondisi sudah teratasi. Menurutnya, semua pihak bergerak cepat dan komitmen Gubernur NTB untuk mengawal proses perizinan PDAM menjadi kunci agar kejadian tidak terulang.
"Alhamdulillah kemarin sudah segera diatasi, jadi semua cepat dan semoga ini tidak berulang lagi. Dan harus dikawal ini, karena masih belum final, kan ada proses perizinan yang harus dilalui bertahap oleh PDAM," katanya.