"Fokus pasar bukan hanya keputusan BI-Rate, tetapi juga guidance BI terkait stabilitas Rupiah dan ruang pelonggaran moneter di tengah higher-for-longer global," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Selasa (22/9/2026).
Selain itu, pasar juga tengah mencermati harga minyak dunia Brent yang saat ini kembali naik pada level US$ 100,57 per barel. Di sisi lain, pasar juga tengah mencermati pergerakan rupiah yang saat ini mengalami tekanan dengan kurs transaksi BI per 22 September di level Rp17.902.
"Kombinasi oil dan rupiah tetap menjadi perhatian IHSG," terang riset tersebut.
Kebijakan penghapusan minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 juga menjadi biang kerok pelemahan IHSG. Pasalnya, kebijakan ini disebut akan memberi dampak negatif terhadap 46 saham dengan nilai terendah di BEI.