"BEI akan menghapus batas minimum Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026. Perubahan ini terutama berdampak pada saham berharga rendah; 46 saham yang saat ini berada di Rp50 akan memiliki ruang perdagangan di bawah level tersebut," tutup riset tersebut.
Sementara berdasarkan riset MNC Sekuritas, nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG. Di sisi lain, pasar juga menanti hasil RDG BI di tengah tightening dari bank sentral lainnya seperti ECB, The Fed, dan BoJ.
Eskalasi geopolitik yang terjadi pada Rusia dan Ukraina rencana perundingan AS-Iran serta kunjungan kontingen China ke AS juga menjadi perhatian pasar. Terpantau harga minyak mentah naik tipis pada rentang US$ 92 hingga US$ 101 per barel.
"Dari sisi teknikal, area 6,290 sekaligus MA60 sudah tercapai oleh IHSG. Area support berikutnya dapat dicermati 6.279, apabila break maka IHSG akan mengarah ke 6.186-6.201 sekaligus menutup gap-nya," ungkap riset MNC Sekuritas.