Dradjad menjelaskan, sebuah analisis di Jerman menemukan adanya ketimpangan pergerakan saham bursa domestik dengan saham-saham di MSCI. Temuan tersebut terjadi pada 2025, di mana saham-saham dalam indeks Deutscher Aktien Index (DAX) menguat, tetapi saham-saham Jerman di MSCI melemah.
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan bahwa MSCI tidak selalu bisa dibenarkan. Selain itu, pengumuman MSCI juga dianggap tidak selalu menguntungkan bagi investor.
"Ketika DAX ya, bursa Jerman itu naik tinggi, MSCI world, yang betul-betul dianggap dunianya MSCI, saham-saham yang direkomendasikan MSCI, malah negatif. Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor," jelasnya.