Dradjad juga menyebut imbal hasil dana kelolaan MSCI masih lebih rendah dibandingkan lembaga penyedia investasi lainnya. Selain itu, sekitar 70% saham dalam indeks MSCI berasal dari Amerika Serikat (AS), 30% sisanya merupakan saham-saham teknologi.

Dradjad menerangkan, sejumlah emiten consumer berpotensi menguat. Hal tersebut ia tegaskan mengingat pertumbuhan emiten consumer yang menyentuh 5,9%. Hal tersebut dianggap mencerminkan terjaganya daya beli.

"Pesan saya sekarang adalah bahwa tolong teman-teman para investor maupun para pelaku pasar modal, para broker di Indonesia. Cobalah, kalian bisa lebih independen. Perkuat analisis kalian, perkuat model-model kalian. Saya tahu banyak jago-jago matematika kok di Indonesia," pungkasnya.