"Menurut saya, penguatan IHSG menjelang penutupan tidak bisa semata-mata diatribusikan kepada pergantian Menkeu, karena sentimen geopolitik dan harga minyak masih menjadi dominant market driver. Tetapi, munculnya katalis domestik berupa pergantian Menkeu dapat memberikan counterbalance terhadap sentimen negatif global," jelasnya.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama, menilai reshuffle menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG. Menurutnya, Suahasil menjadi unsur keberlanjutan bagi pengelolaan fiskal dan risiko perubahan kebijakan yang terlalu drastis relatif lebih terbatas.
Ia menilai pergerakan IHSG yang sempat terkoreksi lebih dari 2,5% sebelum berbalik menguat menunjukkan risk appetite investor pulih dengan cukup cepat setelah ketidakpastian politik mulai mereda. Menurutnya, penguatan IHSG tersebut menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai merespons positif ekspektasi transisi kebijakan yang berjalan relatif mulus.
"Menurut saya rebound IHSG menjelang penutupan menunjukkan market sentiment mulai merespons positif kepastian reshuffle, terutama setelah Suahasil Nazara resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya," jelasnya.