NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa berpotensi bergerak menguat seiring pelaku pasar merespons kebijakan otoritas pasar modal Indonesia yang menindaklanjuti evaluasi dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dibuka melemah, IHSG pada pukul 09.25 WIB bergerak menguat 135,75 poin atau 2,72 persen ke posisi 5.132,36. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 23,86 poin atau 4,88 persen ke posisi 512,32.

"Jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, otoritas pasar modal Indonesia mengubah batas Auto Reject Bawah (ARB) menjadi 7 persen, yang mana tekanan jual masih berlangsung namun beberapa saham mulai bangkit dari level ARB, setelah beberapa emiten mengumumkan buyback saham.

Tidak hanya itu, BEI mengumumkan dua inisiatif baru yaitu penambahan keterangan status afiliasi atau non-afiliasi pada publikasi nama pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen, serta mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration (HSC) dari IHSG.

Adapun, saham-saham kategori HSC saat ini tercatat sebanyak 80 saham atau memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG.

Ratna mengatakan kedua kebijakan itu diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar MSCI, meskipun bukan jaminan bahwa MSCI akan merespon positif langkah tersebut.