Pada Minggu (18/10), Ukraina menyerang sebuah terminal minyak di St Petersburg, Rusia. Harga minyak berjangka untuk jangka waktu yang lebih panjang mulai meningkat, didorong oleh ekspektasi bahwa gangguan pada infrastruktur energi mungkin akan terus berlanjut hingga tahun 2027.

Harga minyak WTI menguat pada level 103 dolar AS per barel dan Brent bertahan di sekitar level 109 dolar AS per barel,setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim atas serangan terhadap Arab Saudi, serta adanya serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak di Rusia

β€œInvestor menantikan keputusan kebijakan Fed pekan depan, dimana para pejabat diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah,” ujar Ratna.

Bursa Eropa kompak melemah pada Senin (19/10) kemarin, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,92 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,08 persen, indeks DAX Jerman melemah 1,18 persen, dan indeks CAC 40 Prancis melemah 1,11 persen.

Sementara itu, bursa Wall Street AS bergerak variatif pada Senin (19/10), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,41 persen ke level 7.690,73, indeks Nasdaq Composite menguat 1,11 persen ke 26.430,89, serta Dow Jones Industrial Average melemah 0,07 persen ke 51.966,03.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 0,70 persen ke 64.463,3, indeks Hang Seng melemah 1,11 persen ke 23.918,72, indeks Kospi melemah 2,45 persen ke 5.626,05, indeks Shanghai melemah 0,12 persen ke 3.726,48, dan indeks Strait Times menguat 0,35 ke 5.392,99.