β€œKebijakan tersebut bertujuan membuat pergerakan IHSG mencerminkan kondisi pasar yang lebih wajar,” ujar Ratna.

Namun, Ratna menilai dalam pelaksanaannya IHSG berpotensi mengalami penyesuaian dalam jangka pendek, mengingat beberapa saham HSC memiliki bobot yang cukup besar.

β€œProses penyesuaian ini dapat meningkatkan volatilitas pasar, namun diharapkan mendukung pembentukan indeks yang lebih mencerminkan kondisi pasar dan likuiditas saham secara representatif,” ujar Ratna.

Dari mancanegara, mayoritas saham-saham di AS ditutup menguat pada Senin (19/10), atau rebound setelah aksi jual tajam pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang menyebabkan kinerja mingguan terburuk di Wall Street sejak akhir Juni 2026 pekan lalu.

Ratna mengatakan para investor saat ini mengalihkan perhatian pada serangkaian laporan laba kuartalan yang akan mulai dirilis pekan ini.

Selain itu, para investor terus memantau pasar minyak dengan penuh kewaspadaan, seiring meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk Persia, serta aksi saling serang antara Ukraina dan Rusia yang mengarah ke infrastruktur energi.