Tekanan juga terjadi di pasar obligasi. Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada September 2026 ditutup pada level 439,05 atau turun 0,23% secara bulanan.
Di tengah kenaikan imbal hasil obligasi global dan ketidakpastian global, tekanan keluarnya dana investor asing dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) dinilai masih terbatas. Investor asing melakukan net sell Rp 340 miliar sepanjang September.
Kinerja industri pengelolaan investasi turut mengalami penyesuaian. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp 637,07 triliun atau turun 2,42% secara bulanan.
Tekanan di pasar keuangan juga terlihat pada pergerakan nilai tukar rupiah. Mata uang Garuda kompak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan dolar Singapura hingga perdagangan siang kemarin.
Dolar AS menguat cukup tinggi ke level Rp 17.900 pada perdagangan Senin siang. Penguatan juga terjadi pada dolar Singapura yang terus mendekati level Rp 14.000 terhadap rupiah.
Dikutip dari Bloomberg, Senin (5/10/2026), dolar AS diperdagangkan pada level Rp 17.941. Mata uang Paman Sam menguat sebesar 59 poin atau 0,33%.