NADIKABAR.COM — Usai perlahan sembuh dari keterpurukan bursa, IHSG secara mengejutkan melakukan trading halt pada Jumat (16/10) pagi. Hal ini ditengarai oleh anjloknya harga saham sedalam 8 persen ke level 5.393,82. Mayoritas saham tercatat bergerak di zona merah sejak pembukaan perdagangan pagi ini, tercatat 595 saham melemah, 14 saham menguat, dan 33 saham lainnya stagnan.

Ambruknya saham IHSG ini dipengaruhi oleh pengumuman MSCI yang menyebut pasar Indonesia berpotensi downgrade status IHSG dari emerging market ke level standalone. Merangkum NadiKabar, pertimbangan MSCI ini muncul bersamaan dengan adanya kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia. Pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.

"Kekhawatiran tersebut mencakup struktur kepemilikan saham yang terus dinilai tidak transparan serta dugaan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi," tulis pengumuman MSCI dikutip NadiKabar Jumat (16/10/2026).

Pertimbangan itu kemudian dipertanyakan oleh BEI. Sebabnya, pada rencana MSCI untuk menurunkan status pasar saham Indonesia ke level frontier, otoritas Indonesia telah mengumumkan sejumlah reformasi mulai dari keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan klasifikasi investor yang lebih terperinci, pelaporan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC), serta peta jalan penerapan batas minimum saham beredar di publik (free float) sebesar 15%.

Mengutip NadiKabar, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menghormati independensi MSCI dalam melakukan penilaian dan menentukan klasifikasi pasar berdasarkan metodologi yang dimiliki lembaga tersebut. Meski demikian, BEI akan meminta klarifikasi kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian di balik pengumuman tersebut.

"Namun demikian, dengan mempertimbangkan berbagai kemajuan dan langkah reformasi yang telah dilakukan, BEI akan meminta klarifikasi lebih lanjut kepada MSCI mengenai dasar pertimbangan dan penilaian yang melatarbelakangi pengumuman tersebut," ujar Jeffry dikutip dari NadiKabar.

Lalu bagaimana evaluasi kondisi pasar bursa usai melakukan trading halt? Apa dampak yang perlu dipahami jika status IHSG menjadi standalone market? Simak ulasannya dalam Market Review Kabar Sore!

Masih membahas soal keterpurukan, Kabar Sore juga akan mengulas nasib Manchester United yang tidak pernah memperoleh kemenangan dalam lima pertandingan terakhir. Merangkum NadiKabar, Tim Setan Merah menelan tiga kekalahan dan dua hasil imbang. Atas performa yang membuat lesu para pendukungnya ini, muncul anggapan soal tumpulnya lini serang, rapuhnya pertahanan, hingga konsistensi permainan tim asuhan Michael Carrick.

Bagi Carrick, situasi ini juga membuat posisinya sebagai pelatih menjadi terancam. Meski demikian, di tengah lebam-lebam wajah Setan Merah itu, Carrick tetap mendapat dukungan penuh dari manajemen klub.

Sementara itu, serangan kritik juga dirasakan oleh manajemen dari bangku pemain. Bek MU, Lisandro Martinez, melontarkan kritik terhadap petinggi klub terkait strategi bursa transfer. Ia menilai investasi untuk memperkuat skuad belum memadai.

"Saya mengharapkan lebih banyak [investasi]. 100 persen. Saya mengharapkan lebih banyak dari direktur teknik kami [Jason Wilcox]," kata Lisandro, dikutip dari NadiKabar, Rabu (14/10).

Lalu, di mana sebenarnya letak masalah Manchester United saat ini? Masih realistiskah MU membidik trofi musim ini? Simak pembahasan selengkapnya dalam segmen d'Hattrick.

Menuju berita daerah, Kabar Sore akan mengulas lebih dalam terkait tewasnya empat relawan saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS. Seperti ditulis NadiKabar, Kebakaran ini terjadi di Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker pada Kamis (15/10/2026) pukul 14.00 WIB. Atas kejadian ini, Polisi turun tangan melakukan penyelidikan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan tim Inafis dan Reskrim Polres Probolinggo telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyelidikan diawali dengan pemeriksaan sejumlah saksi. Bagaimana kabar terbaru soal peristiwa ini? Simak laporan langsung Jurnalis NadiKabar selengkapnya.

Menjelang matahari terbenam nanti, Kabar Sore akan mengajak pembaca berkenalan dengan atlet muda berbakat yang telah membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Dialah Mikhayla Shanum Caya, atlet skateboard asal Papua Pegunungan yang tampil di nomor women's park pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, saat usianya baru 11 tahun.

Perjalanan Mikhayla menuju panggung internasional bukanlah proses yang instan. Berawal dari mengenal skateboard sejak kecil, ia terus mengasah kemampuan dan menapaki berbagai kompetisi, mulai dari PON XXI 2024, SEA Games 2025, hingga Asian Games 2026. Meski belum berhasil melaju ke final di Jepang, pengalaman berkompetisi melawan skateboarder dari berbagai negara Asia menjadi bekal berharga bagi Mikhayla untuk terus belajar, mengevaluasi diri, dan mengejar mimpi yang lebih besar.

Lantas, seperti apa pengalaman Mikhayla menghadapi tekanan di arena sebesar Asian Games? Bagaimana ia membagi waktu antara sekolah dan latihan, serta sejauh mana mimpinya di dunia skateboard ingin ia wujudkan? Temukan cerita lengkap perjalanan dan perjuangan atlet muda ini dalam segmen Sunsetalk!

Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!