NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (29/10). IHSG ditutup turun 3,49% ke level 5.098,06.
Sejumlah saham masih mampu bergerak positif. DSSA naik 5,38%, TPIA menguat 1,12%, dan SMMA bertambah 0,25%. Namun, tekanan dari saham berkapitalisasi besar membuat IHSG berada di zona merah. BBCA turun 6,35%, BBRI melemah 3,77%, sedangkan ASII terkoreksi 6,20%.
Investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih. Nilai net sell mencapai Rp1,52 triliun di pasar reguler dan Rp1,08 triliun jika dihitung di seluruh pasar.
Tekanan terjadi di seluruh sektor. Sebanyak 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak melemah. Sektor Industrial menjadi yang mengalami penurunan paling dalam, yakni 4,64%.
Sentimen negatif juga datang dari bursa Amerika Serikat. Dow Jones turun 0,25% ke 52.324, S&P 500 melemah 0,30% ke 7.720, dan Nasdaq terkoreksi 1,38% ke 26.184.
Penurunan BBCA memberikan kontribusi negatif sebesar 30,51 poin terhadap IHSG. Dari sisi transaksi asing, tekanan jual pada BBCA tercatat mencapai Rp503,49 miliar.
Sementara itu, ETF EIDO yang menjadi salah satu indikator pergerakan saham Indonesia di pasar AS turun 3,54%. Indeks MSCI Indonesia juga melemah 4,87%.
EMAS menyiapkan anggaran eksplorasi sebesar USD11,40 juta untuk 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pengeboran di Tambang Emas Pani, Gorontalo, dengan target pengeboran mencapai 50.000 meter.
Rencana tersebut dilakukan setelah kegiatan eksplorasi di Pani Deep, Pani Gap, dan Kolokoa menemukan mineralisasi emas, baik di dalam maupun di luar batas sumber daya yang telah ditetapkan.
Salah satu hasil pengeboran di Pani Deep menunjukkan interval mineralisasi sepanjang 193 meter dengan kadar rata-rata 0,94 gram per ton (g/t) emas. Dari interval tersebut, terdapat 124,9 meter dengan kadar rata-rata 1,31 g/t emas.
EMAS juga menemukan mineralisasi sekitar 65 meter di bawah batas sumber daya saat ini. Temuan tersebut membuka ruang untuk pengembangan mineralisasi Pani secara lebih dalam maupun melebar secara lateral.
Saat ini, basis sumber daya Pani berada di sekitar 7 juta ons dengan umur tambang sekitar 15 tahun. Produksi tambang juga sudah berjalan dan ditingkatkan secara bertahap. Untuk 2026, EMAS mematok panduan produksi sebesar 100.000-115.000 ons.