NADIKABAR.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan di perdagangan Senin (19/10/2026). Pelemahan diperkirakan terjadi sebagai respons lanjut pelaku pasar terhadap pengumuman MSCI terkait reklasifikasi status Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan Jumat (16/10), IHSG ditutup melemah hingga 11,57% ke level 5.185,10. IHSG bahkan sempat mengalami trading halt atau penghentian sementara perdagangan pada pembukaan perdagangan karena melemah lebih dari 8%.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi. Pihaknya menetapkan area support indeks saham di level 5.092 dengan posisi resistance pada 5.295 Senin besok.

"Untuk Senin, kami perkirakan IHSG masih rawan koreksi dengan support 5.092 dan resist 5.295," ungkapnya kepada NadiKabar, Minggu (18/10/2026).

MNC Sekuritas mencatat tiga sentimen penting yang akan mempengaruhi gerak IHSG besok. Tiga sentimen tersebut adalah pengumuman MSCI, nilai tukar rupiah, dan rilis data makroekonomi ekonomi China.

"Kami perkirakan dipengaruhi oleh (1) Respon lanjutan terhadap proposal MSCI; (2) Posisi Rupiah yang saat ini cenderung tertekan terhadap USD; (3) Investor akan mencermati PDB China, apabila menguat maka implikasinya ke Indonesia dapat dikatakan positif bagi komoditas," jelasnya.