Untuk diketahui harga saham terendah Rp 1 mulai diterapkan mulai hari ini. Hal ini seiring dengan penghapusan harga saham minimum Rp 50 dan perubahan aturan terkait dengan Papan Pemantauan Khusus.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, sentimen pergerakan IHSG hari ini didorong oleh implementasi kebijakan BEl terkait penghapusan batas harga minimum saham. Perubahan tersebut dinilai meningkatkan potensi volatilitas pada saham berharga rendah.
"Kebijakan ini diharapkan memperluas ruang perdagangan dan meningkatkan kualitas pembentukan harga, terutama bagi saham yang selama ini stagnan di batas minimum. Namun, perubahan tersebut juga berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham berharga rendah," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas, Senin (28/9/2026).
Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga global, arah yield US Treasury dan pergerakan dolar AS, nilai tukar rupiah, arus modal asing, geopolitik, hingga perkembangan harga komoditas. Berdasarkan riset Mirae Asset Sekuritas, 10-Year Bond Yield telah menyentuh angka 5,167% memicu kecemasan akan berlanjutnya inflasi.