Kondisi tersebut dinilai memperbesar ekspektasi pasar terkait kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober 2026. Sementara terkait geopolitik, terjadi karena perkembangan diplomasi AS-Iran di sela sidang umum PBB tentang gencata senjata untuk meredakan konflik dan pembukaan Selat Hormuz.

Hal itu juga turut memberikan katalis bagi penurunan harga minyak Brent sebesar 2,02% di level US$ 97,44 per barel. Kesepakatan perpanjangan gencatan perang dagang AS-China selama dua bulan juga disebut menjadi sentimen pergerakan IHSG hari ini.

"Sentimen utama yang akan memengaruhi IHSG antara lain perkembangan kebijakan suku bunga global, arah yield US Treasury dan pergerakan dolar AS, dinamika nilai tukar rupiah, arus modal asing, perkembangan geopolitik serta perkembangan harga komoditas," tulis Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, dalam risetnya.