Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 83,87% menjadi Rp478,22 miliar, dibandingkan Rp260,09 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA melonjak 288% menjadi Rp1,74 triliun, yang turut mengangkat margin EBITDA sebesar 14,6 poin persentase menjadi 58,6%.
Pertumbuhan terutama ditopang bisnis fiber-to-the-home (FTTH). Pendapatan dari bisnis tersebut meningkat 766% secara tahunan menjadi Rp1,61 triliun.
Selain FTTH, layanan fixed wireless access (FWA) melalui IRA-Internet Rakyat turut berkontribusi. Sejak peluncuran komersial pada akhir Februari 2026, layanan tersebut telah mencatatkan pendapatan Rp163,50 miliar. Pada kuartal III 2026 saja, pendapatan FWA mencapai Rp139,60 miliar, melonjak 491% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Hingga akhir 2026, Surge menargetkan sekitar 5.500 site FWA dan 3,5 juta homes passed FTTH, meningkat dari lebih dari 2.000 site FWA dan 3,2 juta homes passed per 30 September 2026.
Ke depan, fokus perseroan akan bergeser dari ekspansi jaringan menuju percepatan aktivasi pelanggan serta optimalisasi utilisasi kapasitas jaringan yang telah dibangun.
PTPS menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp2 per saham, dengan total nilai pembagian mencapai Rp4,34 miliar.
Keputusan tersebut sejalan dengan kinerja perseroan yang membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp25,56 miliar pada sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 7,56% secara tahunan.
Dividen interim tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 16,96% terhadap laba bersih 9M26. Pada perdagangan Jumat (30/10), saham PTPS ditutup di level Rp127 per saham, sehingga dividen interim Rp2 per saham mencerminkan dividend yield sebesar 1,57%.
Cum date dividen PTPS di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 5 November 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan pada 18 November 2026.
NPGF - Buy 45-47 | TP 48-50 | SL 42